Rabu, 24 Februari 2021

Video panduan cara mendaftar dan mengikuti kegiatan di SIM GP IGI

Video panduan cara mendaftar dan mengikuti kegiatan Workshop Online SAGUSABLOG Kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia IGI melalui SIM Guru Pembelajar


WORKSHOP SAGUSABLOG DASAR 55

Pendaftaran Anggota

SOAL UJIAN MATEMATIKA WAJIB XII ONLINE

 

SOAL UJIAN MATEMATIKA WAJIB XI ONLINE

 

SOAL UJIAN MATEMATIKA WAJIB X ONLINE

 

DIMENSI TIGA


Halo adik-adik pelajar... Mari belajar dan memahami materi Dimensi Tigađź’—

INDUKSI MATEMATIKA

FUNGSI EKSPONEN

Fungsi Eksponen merupakan materi Matematika Peminatan Kelas X Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017. Yukkk adik-adik pelajar, kita pahami konsepnya seperti apa dan bagaimana solusi untuk memecahkan masalah tentang Eksponen, Aljabar Bentuk Akar, Merasionalkan Bentuk Akar hingga Fungsi Eksponen. Walaupun belajar dari rumah, tapi kita tetap harus membuka diri untuk mau belajar lebih dan lebih lagi. Semangattt ya! Jangan lupa like dan share ke media sosial yang kamu punya yaa❤

TENTANG SAYA

 

Nama                                  :Ellyasta Ginting

Tempat/ Tanggal Lahir         :Yogyakarta/ 10 Februari 1997

Jabatan                               :Guru Matematika

Email                                    : ellyastaginting@gmail.com

Instagram                             : ellyastaginting

Facebook                              : Ellyasta Ginting

Youtube                                : Ellyasta Ginting


Salam kenal ya Bapak/Ibu Guruđź’—

Dan jangan lupa untuk mengikuti saya di blog ini agar tidak ketinggalan informasi terbaru👍

Rpp Matematika Wajib Kelas 11 Semester 2

Jenjang : SMA/MA
Kelas : 11
Mapel : Matematika




RPP Matematika Wajib Kelas 11 Semester Genap, bagi bapak / ibu guru yang membutuhkan RPP tersebut silahkan di download, semoga bermanfaat.

RPP Matematika Wajib Kelas 10 Semester 1



Jenjang : SMA/MA
Kelas : 10
Mapel : Matematika

RPP ini memuat 4 BAB yaitu
1. Konsep nilai mutlak, persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak
2. Sistem persamaan linear tiga variabel,
3. Sistem pertidaksamaan dua variabel
4. Konsep fungsi, fungsi komposisi dan fungsi invers

CONTACT ME

Silabus Revisi 2020 Matematika Wajib Kelas XII



LURING
Jenjang : SMA/MA
Kelas : 12
Mapel : Matematika

Download Silabus Revisi 2020 Jenjang SMA/MA Kelas X, X1& XII Kurikulum K-13 Terbaru Dan Lengkap, Sesuai Permendikbud no 14 Tahun 2019 tentang RPP 1 lembar merupakan tugas Wajib guru demi tercapainya Pembelajaran yang efisien dan efektif.

Silabus Revisi 2020 Matematika Wajib Kelas XI


LURING
Jenjang : SMA/MA
Kelas : 11
Mapel : Matematika

Download Silabus Revisi 2020 Jenjang SMA/MA Kelas X, X1& XII Kurikulum K-13 Terbaru Dan Lengkap, Sesuai Permendikbud no 14 Tahun 2019 tentang RPP 1 lembar merupakan tugas Wajib guru demi tercapainya Pembelajaran yang efisien dan efektif.

Mengenal Matriks dalam Matematika: Pengertian, Jenis, dan Transpose | Matematika Kelas 11

Squad, tahu nggak sih kalau ada materi matematika yang bisa kamu gunakan untuk menentukan persentase posisi bola ketika pertandingan berlangsung? Emang ada? Ternyata ada lho, Squad, nama materinya adalah matriks. Jadi, apa itu sebenarnya matriks? Mari kita simak penjelasannya, Squad!


Pengertian Matriks


Contoh mudah matriks dapat kamu lihat dalam ilustrasi di bawah ini:


Ilustrasi di atas dapat kamu baca seperti ini: a11 dibaca baris ke-1 dan kolom ke-1; a12 dibaca baris ke-1 dan kolom ke-2; atau amn yang berarti baris ke-m dan kolom ke-n. Banyaknya baris dan kolom dalam matriks disebut dengan ordo. Urutan yang perlu diingat adalah baris kemudian kolom. Matriks dalam ilustrasi di bawah ini memiliki ordo 2x3, karena memiliki dua baris dan tiga kolom.

Untuk mengetahui matriks dalam matematika lebih dalam, ada beberapa jenis matriks yang perlu kamu ketahui, Squad. 
Jenis-jenis Matriks

1. Matriks nol : matriks yang semua elemennya adalah nol.

2. Matriks baris : matriks yang hanya memiliki satu baris.

3. Matriks kolom : matriks yang hanya memiliki satu kolom.

4. Matriks persegi : matriks yang memiliki jumlah baris dan kolom yang sama.

5. Matriks identitas : matriks konstanta dengan elemen diagonal utama adalah 1.


Transpose Matriks
Selain jenis-jenis matriks, ada juga yang disebut dengan transpose matriks. Ingat ‘kan kalau matriks selalu dilambangkan dengan huruf kapital? Misalnya lambang satu matriks adalah A. Nah, transpose dari matriks A dilambangkan dengan A’ (dengan tanda petik satu di atasnya). Transpose sendiri dilakukan dengan meletakkan baris pada matriks A menjadi kolom pada matriks A’, begitu juga sebaliknya.


Jangan pusing dulu, Squad! Kamu bisa lihat contoh transpose matriks di bawah ini:


Sudah paham dong sekarang? Coba, kita uji yuk pemahaman kamu lewat latihan soal di bawah ini:
Diketahui transpose matriks , maka matriks A adalah…

A.

B.

C.

D.

E.



Pembahasan:

Cara menyelesaikannya tetap sama yaitu, pertukaran baris dengan kolom. Baris 1 -> kolom 1, baris 2 - > kolom 2 akan menjadi . Sehingga jawabannya adalah: B.

Matriks ini dapat digunakan dalam berbagai hal, seperti untuk menghitung persentase posisi bola dalam pertandingan sepak bola, mengirim sandi dalam militer, hingga penggunaan kalkulator. Gimana, sudah lancar ‘kan, Squad tentang matriks dalam matematika ini?  Selamat mencoba!


Sumber Referensi:
Wirodikromo, S. dan Darmanto, M. (2019) Matematika untuk SMA/MA Kelas XI kelompok Wajib 2. Jakarta:Erlangga

Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi, dan Biimplikasi | Matematika Kelas

Artikel kelas XI ini membahas tentang logika matematika, mulai dari pengertian kalimat terbuka, pernyataan dan negasi, serta pernyataan majemuk (konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi)

Squad, apa yang kamu bayangkan ketika mendengar kata “logika matematika”? Kalau kamu murid laki-laki, mungkin akan bingung dan bertanya, “Kok matematika pakai logika segala?”. Sementara sebagian perempuan akan berpikir, “Logika itu mah urusan laki-laki! Perempuan tuh pakenya perasaan…”Hmmm.

Di dalam ilmu matematika, kamu juga dapat mempelajari logika. Buat apa? Tentu aja, supaya mengasah otak kita dalam penarikan kesimpulan-kesimpulan. Jadi, ke depannya kita tidak asal menduga sesuatu. Tidak ada lagi deh kalimat ‘Kamu bilangnya mau jemput jam 10. Kok telat? Pasti JALAN SAMA MANTAN YA?!’

Pernyataan dan Kalimat Terbuka

Hayo, dari gambar di atas, tahu nggak bedanya pernyataan dan kalimat terbuka? Yak, pernyataan adalah kalimat yang bisa benar atau bisa salah. Sementara kalimat terbuka adalah jenis kalimat “yang belum diketahui kebenarannya”. Sehingga, untuk menentukan benar atau salahnya, kita perlu pengamatan lebih lanjut.

Kalau kamu masih bingung seperti apa itu contoh pernyataan, berikut adalah salah satu contohnya:
👉Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan Indonesia. (pernyataan benar)
👉Bika ambon berasal dari Ambon. (pernyataan salah)

Di sisi lain, contoh dari kalimat terbuka adalah sebagai berikut:
👉12x + 6 = 91 (pernyataan ini dinamakan kalimat terbuka karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Apakah benar 12x jika dijumlahkan dengan 6 akan menghasilkan 91?).
👉Maaf ya, aku semalem ketiduran. Hehehe. (Pernyataan ini dinamakan kalimat terbuka karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Apakah benar dia semalem nggak bales karena ketiduran? Atau emang males aja chat sama kamu?).

Setelah mengetahui apa itu pernyataan dan kalimat terbuka, sekarang kita lanjut pembahasan mengenai ingkaran/negasi/penyangkalan.

Ingkaran/negasi/penyangkalan (~)
Dari sebuah pernyataan, kita dapat membuat pernyataan baru berupa “ingkaran/negasi/penyangkalan” atas pernyataan tadi. Berikut adalah tabel kebenaran ingkaran:
*B = pernyataan bernilai benar
*S = pernyataan bernilai salah

Artinya, jika suatu pertanyaan (p) benar, maka ingkaran (q) akan bernilai salah. Begitu pula sebaliknya. Berikut adalah contoh dalam matematika:

Contoh 1: 
p: Besi memuai jika dipanaskan (pernyataan bernilai benar)
~p: Besi tidak memuai jika dipanaskan (pernyataan bernilai salah).

Contoh 2:
p: Semua unggas adalah burung.
~p: Ada unggas yang bukan burung.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menemui orang menggunakan pernyataan negasi atas pernyataan orang lain… yang berujung pada pertengkaran.

Oke, kembali fokus, Squad. Sudah mengerti tentang ingkaran atau negasi, kan? Selanjutnya, kita akan memelajari pernyataan majemuk. Apa itu pernyataan majemuk?

Dalam ilmu matematika, terdapat 4 macam pernyataan majemuk:

Konjungsi (^)
Konjungsi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “dan”. Sehingga, notasi “p^q” dibaca “p dan q”.

Tabel nilai kebenaran konjungsi:

Dari tabel di atas, kita dapat melihat bahwa konjungsi hanya akan benar jika kedua pernyataan (p dan q) benar.

Contoh:
p: 3 adalah bilangan prima (pernyataan bernilai benar)
q: 3 adalah bilangan ganjil (pernyataan bernilai benar)
p^q: 3 adalah bilangan prima dan ganjil (pernyataan bernilai benar)

Disjungsi (V)
Disjungsi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “atau”. Sehingga notasi “pVq” dibaca “p atau q”.

Tabel nilai kebenaran disjungsi:

Jika kita lihat pada tabel kebenaran, disjungsi hanya salah jika kedua pernyataan (p dan q) salah.

Contoh:
p: Paus adalah mamalia (pernyataan bernilai benar)
q: Paus adalah herbivora (pernyataan bernilai salah)
pVq: Paus adalah mamalia atau herbivora (pernyataan bernilai benar)

Implikasi (->)
Implikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “jika… maka…” Sehingga notasi dari “p->q” dibaca “Jika p, maka q”. Adapun tabel nilai kebenaran dari implikasi:

Dari tabel terlihat bahwa implikasi hanya bernilai salah jika anteseden (p) benar, dan konsekuen (q) salah.

Contoh:
p: Andi belajar dengan aplikasi ruangguru. (pernyataan bernilai benar)
q: Andi dapat belajar di mana saja. (pernyataan bernilai benar)
p->q: Jika Andi belajar dengan aplikasi ruangguru, maka Andi dapat belajar di mana saja (pernyataan bernilai benar)

Biimplikasi (<->)
Biimplikasi adalah pernyataan majemuk dengan kata hubung “… jika dan hanya jika”. Sehingga, notasi dari “p<-> q” akan dibaca “p jika dan hanya jika q”.

Tabel nilai kebenaran Biimplikasi:

Dari tabel kebenaran tersebut, dapat kita amati bahwa biimplikasi akan bernilai benar jika sebab dan akibatnya (pernyataan p dan q) bernilai sama. Baik itu sama-sama benar, atau sama-sama salah.

Contoh:
p: 30 x 2 = 60 (pernyataan bernilai benar)
q: 60 adalah bilangan ganjil (pernyataan bernilai salah)
p<->q: 30 x 2 = 60 jika dan hanya jika 60 adalah bilangan ganjil (pernyataan bernilai salah).

Nah, itulah tadi pemahaman dari logika matematika baik dalam penggunaan pernyataan dan kalimat terbuka, ingkaran, serta 4 macam kalimat majemuk (konjungsi, disjungsi, implikasi, dan biimplikasi). Kalau kamu ingin memahami materi seperti ini sambil menonton video penjelasan beranimasi lengkap dengan rangkuman infografis dan latihan soal.

Sumber Referensi 
Sharma S. N, Widiastuti N, Himawan C, dkk (2017) Jelajah Matematika SMA Kelas XI Program Wajib. Jakarta:Yudisthira